POV Mama Pram
Ulang tahun ku kali ini, seperti biasa Pram dan Nova menyelenggarakannya cukup meriah. Ada dua kue ulang tahun tingkat yang dipesan Nova, dan yang satunya dibawakan oleh Nina. Pram bilang mereka berpacaran, memang Nina sangat cantik, baik hati dan mereka berdua juga terlihat saling mencintai.
Tapi hati ku sedikit tidak suka sebenarnya, dari teman-teman arisan yang memberikan sebuah informasi bahwa, Nina adalah seorang janda beranak 2. Suaminya sudah meninggal, otomatis pasti dia bekerja keras untuk menghidupi anak dan dirinya. Aku bukan menolak statusnya, aku hanya tidak suka hasil kerja keras anak dan suami ku selama bertahun-tahun malah digunakan untuk membesarkan anak orang lain.
Nina sudah pasti memanfaatkan Pram supaya Pram mau membiayai hidup glamornya. Tubuhnya masih begitu bagus, wajahnya juga pasti hasil dari perawatan yang bukan dari klinik abal-abal. Aku tau Pram memang suka memanjakan pacar-pacarnya, tapi kali ini menurut ku dia sudah agak kelewatan.
Oiya, Nina katanya owner bakery lang***an Nova, aku memang suka sekali dengan lapis legitnya yang sesuai dengan selera ku. Dia juga tadi membawakan kue ulang tahun yang cukup besar, dan rasanya memang luar biasa enak. Lapis Surabaya dan lapis Philippine yang benar-benar tiada tandingannya. Tapi sebenarnya aku tidak begitu percaya, apa benar itu adalah bakerynya, jangan-jangan itu adalah milik saudara atau kenalannya saja. Dia memberikan aku kado berupa sebuah gelang rantai emas dan angpao berisi uang 1 bendel pecahan uang biru. Apa sanggup dia membelikan gelang itu? Apalagi gelangnya terlihat mahal, ya sudahlah, yang penting kado itu menjadi milikku walaupun uang Pram yang dipakai.
Aku hanya berbasa-basi tadi menyuruh Pram untuk mengajaknya ke rumah, sebenarnya niat ku tidak benar-benar serius, semoga Pram segera putus dengannya. Tapi sepertinya Nova malah menyambutnya dengan bahagia, padahal biasanya Nova tidak pernah terlalu tertarik dengan pacar-pacar Pram, kalo ini dia terlihat antusias sampai-sampai mereka banyak berbincang bertiga. Mulai dari awal acara makan sampai pulang bahkan mereka masih duduk 1 meja.
Ingin rasanya seketika menolak kehadiran Nina tadi, namun melihat Pram yang sangat ceria dan bahkan membuat ku teringat bagaimana Pram dulu yang banyak bicara, dan begitu ceria. Sekarang kalau pulang ke rumah pun hanya sebentar, apalagi aku belum berhasil membuatnya mau mengikuti perjodohan yang sudah aku atur. Padahal perempuan yang akan ku jodohkan juga cantik dan yang paling penting mereka belum punya anak.
Pram kecil dulu adalah anak yang sangat manis. Dia banyak menemani ku setelah kepergian Papanya. Suami ku meninggal saat Pram berumur 12 tahun. Sedih sekali rasanya, beruntung Nova waktu itu sudah bekerja di kantor agency, namun memang belum sebesar sekarang. Dan sekarang 24 tahun kemudian, Pram sudah membuat agency sukses seperti saat ini.
Apakah Nina membohongi Pram soal statusnya sampai dia bisa membuat Pram mau membiayai hidupnya? Ah rasanya sungguh tidak rela kalau ada orang luar juga ikut menikmati jerih payah anakku.
***
POV Pram
Mama terlihat bahagia di hari ulang tahunnya yang ke 68 kali ini. Aku berharap Mama sehat selalu dan panjang umur, semoga Mama juga bisa menemani ku sampai tua nanti.
Ulang tahun Mama kali ini sungguh berbeda, hadirnya Nina tentu membuat hati ku lebih gembira. Dia bahkan memesan kue ulang tahun dari bakery langganan keluarga kami, yang ternyata milik Nina. Jujur aku tidak menyangka kalau ternyata Nina begitu terampil dalam membuat kue. Walaupun sekarang karyawannya sudah banyak, terkadang dia masih mengadakan PO untuk penganan tertentu seperti macaroni panggang atau spaghetti brulee.
Menurut Nina, kedua makanan tersebut wajib ada di meja makan, saat ada yang berulang tahun di rumah mereka, selain cake ultah tentunya.
Rencananya besok kami akan pergi ke supermarket untuk membeli bahan membuat macaroni panggang dan Nina harus pulang ke rumah untuk membuat roti untuk acara Market Day si kembar di sekolah.
Siapa sangka niat ingin ikut dengannya pulang besok malah menjadi alasan untuk aku bisa menginap di apartemennya malam ini. Kan aku juga mengantuk dan walaupun acara tadi hanya berlangsung beberapa jam. Entahlah, baru beberapa minggu berpacaran dengan Nina, membuat ku semakin tidak bisa terlalu lama jauh darinya.