Petang sduah terlihat, Ara masih bertah di balkon yang menjadi tempat ternyamannya di istana. Karena ia bisa melihat semua aktivitas di bawah sana dengan bebas. Juga semilir angin yang berhembus membuat Ara makin nyaman seolah berada di belakang rumah Neneknya. Ah~ ia jadi rindu desanya. Setelah makan siang tadi, memang ia dan Luke tengah membicarakan rencana mereka untuk mulai mencari di sela aktivitas harian mereka. Namun ucapan terakhir Luke sebelum beranjak pergi membuat Ara terus berpikir, buku mengenai menjahit yang ia baca sudah tidak membuat Ara tertarik lagi. “Apa ya maksudnya?” gumam Ara Sibuk dengan pikirannya, Ara tidak sadar jika Mia sudah kembali datang dengan jus buah yang tadi Ara pesan padanya. “Yang Mulia, ini jus pesanan Anda” ucap Mia sambil meletakkan segelas jus b

