“Ini enak Mia, kau dapat dari mana?” ucap Ara kegirangan memasukkan potongan roti labu manis dengan krim putih segar Mereka tengah bersantai di ruang jamuan samping, setelah memutuskan untuk makan siang di sana, Ara langsung meminta cemilannya pada Mia. Matahari juga masih terasa menyengat selepas tengah hari tadi. Sinarnya semakin condong ke barat menuju peraduannya. Semilir angin juga sesekali berhembus menggerakkan deadunan dari pohon dan semak indah yang ditanam apik oleh tukang kebun istana. Taman istana memang cantik dan bagus di saat bersamaan. Diterpa sinar matahari yang mulai menurun dan semakin menuju ke petang. “Arabelle Kiara” Tawa dari Ara juga Mia seketika berhenti. Suara rendah dan penuh nada peringatan terdengar. Ara takut-takut menoleh perlahan dan menemukan sosok tub

