Ara mematut diri di depan kaca besar di kamarnya. Sudah sedari subuh ia dibangunkan untuk segera bersiap, karena acara akan dimulai sejak pagi hari. Sambil masih dengan setengah mengantuk, Ara mandi dibantu dengan Mia dan beberapa pelayan yang memang sering mengurus kebutuhan kamar dan diri Ara sendiri. “Nona, ayo minum air putih dulu dan segelas s**u” ucap Mia sambil menyodorkan pada Ara yang di dudukkan sebentar setelah selesai mandi dan menunggu penata rias yang sedang dipanggil juga, beberapa pelayan yang menyiapkan segala hal untuk dipakai sang calon Ratu mereka “Hn” gumam Ara masih menikmati sisa kantuknya Meski badannya sudah terasa segar dan harum namun, Ara masih merasa kantuk itu ada. Mia menatap calon Ratu di depannya dengan wajah pasrah. Ia sudah menghubungi Henry untuk memi

