Ara menatap sekitar dan mengamati taman serta orang yang berlalu lalang di sana. Sudah hampir limabelas menit ia dduduk di balkon kamarnya sambil minum teh hangat yang disajikan Mia beberapa saat lalu. Selesai dengan jadwal rutin yaitu makan pagi bersama yang penuh keheningan dan basa basi serta Ara dan Luke yang menyapa sang Ibu Suri Gina. Meski terlihat sepi namun, Ara menyukai rutinitas ini. Sedangkan Luke hanya menganggap sebagai formalitas, ia masih sedikit merasa aneh dan sedikit curiga mengingat Ibunya yang kurang suka dengan Ara menjadi istri juga Rau kerajaan Alore. “Mia, hari ini ada yang ingin aku lakukan. Bisa ikut denganku sebentar?” ucap Ara kepada Mia yang berjalan selangkah di belakang Ara “Baik, silakan Anda mengatakan ingin kemana?” Ara berpikir sejenak, ia mengingat

