Bunyi kayu terbakar mengisi keheningan di kamar yang cukup luas di salah satu penginapan ini. Derak kayu jendela yang terkena angin menambah suasana yang masih hening ini. Tidak ada yang membuka suara. Tatapan tajam dari seorang pemuda yang menjadi Raja tersebut mengarah pada seorang gadis kecil yang duduk di dekatnya. Mereka saling duduk bersisihan di ranjang sebuah pengiapan yang mereka sewa seluruhnya untuk mala mini. Karena mendadak sehingga kamar terbesar hanya diberikan pada junjungan mereka. “Maaf” cicit sebuah suara “Saya tidak mengira jika waktu sudah malam, saya kira masih petang” Luke menghela napas sekali dan menatap gadis di depannya dengan tatapan biasa. Menarik bahu belakang gadis kecil itu ke arahnya. “Kau tahu, aku hampir membawa alat penghancur karena jalan yang penu

