“Ini kotak dari kunci yang tadi Abel ambil” ucap Nenek Eli menyerahkan kotak kayu ukuran sedang Ara mengkernyitkan dahinya bingung. “Apa ini Nek?” “Bawalah dan nanti akan tahu apa maksudku” Ara menganggukkan kepalanya meski batinnya masih bertanya. “Baiklah, kalau begitu Abel pamit dulu. Nenek jaga kesehatan ya” Nenek Eli menganggukkan kepalanya dan tersenyum mengantar perempuan muda itu keluar dari kamarnya. Mia sudah menunggu di depan kamar. “Sampai jumpa Nek, Abel akan sering kemari” pamit Ara sebelum berbalik dan berjalan pergi “Iya, sudah sana. Suamimu sudah menunggu” Ara mengangguk dan berjalan menjauh. “Semoga kamu bisa menemukan apa yang kamu cari” ujar pelan Nenek Eli sambil menatap kepergian Ara -- “Ara” panggil Luke lagi Setelah beberapa saat selesai dari acara di pan

