“Pi, Papiii!” Rhea berteriak begitu tiba di rumahnya. Dia seperti anak kecil yang baru saja peluang sekolah mencari ayahnya, tak sabar untuk menyampaikan sesuatu yang dia dapatkan dari sekolah. Rumah besar itu seakan sepi pada sore hari menjelang petang padahal Rhea yakin ayahnya ada di rumah. “Pi!” Dia celingukan mencari. Sampai sosok yang dia tunggu muncul, tapi pasangan yang dia cari, “Apaan, sih, Rhe? Teriak kayak bocah? Inget umur, Rhe, udah hampir setengah abad!” tagur wanita cantik yang mengenakan pakaian rumahan dengan penataan rambut asal. “Mami,” sambut Rhea menghampir lantas memeluk wanita itu erat. “Kangen,” racaunya. Meski kesal karena sang anak berteriak-teriak macam bocah, ibunya tetap menyambut hangat pelukan itu, melepas kangen mereka. “Apa kabarmu?” Basa basi

