Tapi tatapan Rhea dan sang istri justru mengarah padanya, menanti penjelasan lebih lanjut. Ruang tengah mendadak terasa sesak. Jam dinding berdetak pelan, seakan menunggu siapa yang akan berbicara selanjutnya. Roan, ayah Rhea, duduk tegak dengan rahang mengeras. Belum sempat Roan menjelaskan, sosok pria dengan postur tubuh tinggi dan pahatan wajah yang sempurna datang dari arah luar, ikut bergabung. Kepikiran wajahnya dengan Rheana 90% mirip. Dia adalah kakaknya Rheana, Davin Edwinar. “Serius sekali, ada, sih?” Davin heran, terlebih ketika didapatinya sang adik. Dia memilih duduk di sofa bersama adiknya, sekalian saja menggoda. Sudah lama sekali Davin tidak menjahili adiknya itu. Tapi sepertinya bukan waktu yang tepat, sebab situasinya tampak tegang, ayahnya bahkan serius. Jadi Davi

