19. Tidur Bersama

1112 Words

Usai makan malam, keluarga berkumpul di ruang tengah. Sofa empuk melingkar menghadap meja rendah dengan teh hangat dan beberapa toples kue kering serta cemilan lainnya. Lampu gantung bercahaya lembut, membuat suasana terasa seperti reuni keluarga. Sayangnya, Rhea merasa seperti tamu tak diundang. Tama duduk santai di ujung sofa, satu tangan menyandar di sandaran, tatapannya enteng tapi penuh arti. Di sebelahnya, neneknya menyeruput teh sambil sesekali melirik ke arah Rhea. Maria duduk di kursi seberang, ekspresi julidnya tak berkurang sedikit pun. Ayah Tama, yang duduk di kursi besar di dekat perapian, membuka percakapan dengan suara mantap. “Jadi, Tama bilang kamu ini pilihannya?” Pria itu menatap Rhea. Kalimat itu membuat Rhea langsung menegakkan punggungnya. “Om, saya rasa ini han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD