18. Merasa Dibohongi

1112 Words

Rhea yang sudah berganti baju dengan lebih santai tapi tak mengurangi kadar kecantikannya yang alami. Rhea datang ke ruang rawat Tama setelah jam kerjanya usai. Dia sedikit terlambat, tapi untungnya begitu tiba di depan ruangan mereka baru hendak pergi. “Momy!” Leon berseru senang. Wajahnya yang semula cemberut kini bersinar. Anak itu berlari ke arah Rhea dan memeluk kakinya erat. “Leon akan pulang?” Rhea bertanya, menatap anak itu di bawahnya. Tangannya mengusap lembut kepala Leon yang rambutnya halus. “Iya, Mom. Papa tadi nunggu Momy. Wajahnya jelek,” adu anak itu. Rheana mengangkat wajah, menatap Tama. Pria itu memang diam. “Tadi ada pasien darurat, jadi aku nggak bisa abai gitu aja. Sekarang udah selesai. Kalau begitu, selamat pulang,” ucap Rhea pada Leon dengan senyumannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD