47. Bercerita

1172 Words

Pagi itu matahari meneroboskan cahayanya lewat jendela yang gordennya putih tipis. Sosok di balik selimut putih besar itu terusik. Dia tak lantas bangun, menyesuaikan dirinya lebih dulu dan mengingat di mana sekarang berada. Ah, Tama ingat, kamar tamu rumah orang tua Rhea. Dia duduk, bersandar pada kepala ranjang. Menoleh ke samping, tempat itu kosong. Seharusnya Rhea ada di sana, tidur dengannya setelah melakukan kegiatan yang bertukar keringat, tapi tentu saja tak sampai memasuki gawangnya sebab Rhea tidak ingin ibunya bangun dan curiga. Setelah mencuci wajahnya di kamar mandi. Dengan kaos putih polos dan celana kain yang Tama ambil dari dalam lemari, dia keluar dari kamar. Sepi. Tidak ada yang menyambut. Dia menutup pintu kamar, berjalan ke ruang tengah. Aroma kopi menyambut dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD