Tiga bulan berlalu sejak pertemuan Divan dan Risa yang terakhir kali. Tiga bulan berlalu sejak Divan bertemu Risa malam itu, tiga bulan berlalu dengan sadisnya. Ya sadis, karena baik Divan maupun Risa tidak seorangpun dari keduanya yang bisa melupakan satu sama lain. Senyum yang mereka tunjukan hanya sebagai kedok menutup luka yang semakin menganga, sikapnya yang terlihat normal hanya untuk menutupi semua sakit yang mereka rasakan, menutupi bahwa perlahan tapi pasti keduanya hancur oleh perasaan mereka sendiri. Farrel melihatnya, Farrel jelas menyadari hal itu, bahwa meski waktu berlalu sekalipun Divan 'belum' kembali baik-baik saja, atau bahkan mungkin 'tidak' akan kembali sebagaimana mestinya. Tapi semakin mengetahui dan sadar akan hal itupun, Farrel makin berusaha menutup mata. Tidak d

