"Selamat pagi, Pak—" Sapaan Laras yang biasa itu berhenti begitu matanya menangkap sosok lain di samping Divan. "Ah, selamat pagi Bu Risa, Pak Divan." Ucap Laras cepat, seolah mengoreksi sapaan sebelumnya. Awalnya Laras memang tidak melihat Risa karena wanita itu berjalan di belakang Divan dan sosoknya tertutup tubuh Divan, dan dari reaksi Laras wanita itu memang terlihat terkejut melihat istri dari atasannya itu. "Pagi, Mbak Laras." Risa membalas sapaan itu dengan senyum sederhana, bahkan sedikit menundukan kepalanya saat bertemu tatap dengan wanita itu. "Dilihat dari reaksi kamu, sepertinya kamu nggak baca pesan saya." "E-eh?" Laras menegakan tubuhnya, membaca ekpresi wajah Divan kemudian menoleh ke arah mejanya di mana di atas meja itu terdapat ponsel Laras. Buru-buru Laras meraih

