Pikiran Divan agaknya masih linglung meski sudah mengeluarkan unek-uneknya sedikit pada Laras, membuat tingkah pria itu menjadi aneh. Itu terbukti dengan tindakannya yang berdiri di depan pintu ruangannya sendiri dan mengetuk pintu itu menunggu seseorang di dalam sana mempersilakannya masuk. Tentu, tentu saja meski Risa berada di sana sekalipun hal itu seharusnya tidak perlu Divan lakukan. "I-itu Pak Divan kenapa?" "Iya bener, kenapa ngetuk pintu ruangannya sendiri?" "Ada siapa di dalem ruangannya memang?" "Kalau nggak salah tadi Pak Divan dateng sama Bu Risa, kan? Jadi mungkin..." "Memangnya perlu ngetuk meski ada Bu Risa di dalem? Ngetuk ruangannya sendiri?" Bisik-bisik yang terdengar sama di sekitar Divan akhirnya menyadarkan pria itu dari tingkah anehnya. Pria itu akhirnya meras

