“Apa?” “Hm?” “Kamu... Tadi bilang—” “Iya, semua yang aku omongin tadi pagi itu soal kamu, Mas. Soal kamu. Masa kamu nggak sadar sama sekali sih?” Divan masih mengerjap, menatap sang istri mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau wanita itu tidak tengah mengelabuinya hanya untuk terlepas dan bebas dari topik yang satu ini. “Nggak. Tunggu.” Divan mengangkat tangannya, memejamkan mata dan mencoba untuk bersikap netral. Well, Divan tidak bisa lantas serta merta merasa senang karena Risa mengatakan bahwa ternyata apa yang dikatakan wanita itu pagi tadi adalah mengenai dirinya. Masih ada yang harus Divan luruskan, masih ada yang harus Divan pertanyakan mengenai sikap wanitanya itu hari ini. “Terus, apa maksud kamu dari tadi merhatiin karyawanku yang keluar-masuk ruangan ini sama pandangan

