[SOPHIA] . Bertahun-tahun aku hidup dalam doktrin pernikahan bahagia yang dikumandangkan Nene Yasmine. Tentang bagaimana dirinya dengan Büyük Imran, tentang bagaimana Anne dan Baba memperjuangkan cinta mereka hingga akhir hayat. Semuanya cerita manis, penuh perjuangan memang, namun perjuangan yang manis. Aku tidak pernah membayangkan, bahwa perjuangan manis yang dilakukan oleh dua orang yang saling mencinta dalam kisah Nenek Yasmine, ternyata tidak semanis lokum (turkish delight—dodol ala Turki). Selama ini aku terlalu naif, memandang kisah romansa hanya dari satu sisi saja. Hari pernikahan yang seharusnya membahagiakan, tidak kudapatkan. No, bukan aku sedang berkeluh kesah. Aku hanya cemas. Cemas yang sangat berlebihan. Bagaimana tidak? Hagia, suamiku tercinta, melesat pergi seusai i

