bab 260

1501 Words

Ruben mengerang pelan. Matanya ia coba untuk buka ketika rungunya mendengar suara Risa di sana. Ruben menatapi daksa sang istri yang tengah duduk di tepian ranjang bersama dengan nampan berisi sarapannya hari itu. Ruben mengerjap-ngerjapkan mata, menghalau silau yang terasa di netranya kala ia melihat cahaya lampu di kamar itu. Sungguh, demamnya kali ini merepotkan. Setidaknya bagi diri Ruben sendiri. Dia sadar dia jadi tak enak tidur, tak enak makan, bahkan tak enak buang hajat dan juga urine. Semuanya serba terbatas dan Ruben tak suka. Sungguh, ia tak suka. Itu semua bermula dari ia yang menemukan mayat sang klien di rumahnya. Ruben bahkan merasa ia agak sedikit trauma karena hal itu. Buktinya dia sampai sakit sekarang, ‘kan? Ah, sungguh, selain membutuhkan dokter untuk menyembuhkan sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD