bab 261

1466 Words

Mereka bertiga, Risa, Nara, dan suaminya, Kala, sampai di pijakan anak tangga terakhir rumah itu. Ketiganya segera membuka pintu kamar dan mendapati Ruben tengah setengah berbaring di kepala ranjang dengan mata terpejam rapat. Risa tersenyum tipis. Sepertinya ia, Kala, dan Nara terlalu lama berada di bawah hingga Ruben tertidur seperti ini. Kala dan Nara yang ada di ruangan itu juga menahan senyum. Melihat kondisi Ruben sekarang, mengingatkan Nara akan Kala yang jika sakit juga seperti ini. Tak hanya demam, tetapi penyakit biasa pun akan tetap seperti itu. Well, sepertinya memang lelaki akan selalu diciptakan dengan kelebay-an jika sedang sakit. Setidaknya bagi Nara. “Ya ampun, Om Ben. Risa terlalu lama kah jemput kami berdua makanya kamu sampe tidur kayak gini?” tanya Nara pelan. Ris

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD