bab 219

1511 Words

Pagi itu Risa bangun dengan perasaan bahagia. Akhirnya setelah tak masuk kerja selama beberapa hari, Risa bisa segera masuk juga dan bertemu dengan para rekan-rekannya di kantor. Sudah sejak pagi tadi dia sibuk menyiapkan segala hal, mulai dari baju, sepatu, tas, bahkan mobil yang akan dikendarainya. Mual-muntah yang terjadi pagi tadi juga tak ia bawa pusing. Bahkan sejujurnya, setelah dokter menyatakan ia hamil, Risa jadi tak merasa keberatan apabila dia harus melalui proses mual-muntah itu setiap harinya. Toh, ini adalah bagian dari perjalanannya untuk bertemu sang calon buah hati. “Hari ini kayaknya seneng banget ya kamu, Sayang?” tanya Ruben. Pria itu berdiri di depan sebuah cermin dengan kemeja biru laut yang belum dikancingkan semua. Risa terkekeh pelan. Wanita itu memutus jarak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD