bab 199

1485 Words

Office boy yang sebelumnya sedang membersihkan lemari kaca berbalik badan. Dia menatap Ruben dengan pandangan bertanya yang begitu kentara. “Minta waktu sendiri, Pak? Maksudnya pisah rumah, ya? Benar kayak gitu?” “Iya, Pak Arief. Dia minta pisah rumah untuk sementara waktu. Saya enggak bisa larang soalnya ini juga kesalahan saya. Saya udah nyakitin dia, bahkan hancurin rasa percayanya ke saya.” Ruben menghela napas kasar ketika dadanya terasa sesak. Ingatan tentang apa yang terjadi di rumah mereka sore kemarin kembali terngiang-ngiang. “Sejujurnya saya enggak punya ekspektasi apa pun untuk hal itu. Saya kira istri saya enggak akan nanya atau sadar akan perubahan saya, tapi ternyata saya keliru. Istri saya hapal sama apa yang saya lakukan, bahkan raut wajah saya ketika saya menyembunyikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD