bab 200

1511 Words

Mobil sedan yang dikendarai Risa berhenti tepat setelah lampu jalanan di depan sana berganti menjadi merah. Perempuan itu menghela napas kasar seraya menatapi penjaja makanan asongan yang bergerak dari satu kendaran ke kendaraaan yang lain. Anak-anak yang jumlahnya lebih dari dua itu mengetuk satu persatu kaca mobil dan menawarkan dagangannya pada para pengemudi. Mobil pertama, mobil kedua, mobil ketiga, motor keempat, motor kelima, dan sampailah anak itu di samping mobil Risa. Risa yang awalnya tak ingin membeli jajanan itu, tiba-tiba menjadi terenyuh ketika pupil matanya bertabrakan dengan pupil mata si bayi yang ada di gendongan kakaknya. Dengan terburu-buru, karena Risa khawatir anak-anak itu akan segera pergi, dia membuka kaca mobil dan bertanya pada pedagang asongan itu. “Tahu dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD