Ning tersenyum begitu lebar saat getaran dalam ponsel di genggamannya terasa. Wanita paruh baya itu sedang duduk bersantai seraya menikmati secangkir kopi s**u yang ia bikin tiga puluh menit lalu. Adalah asisten rumah tangga yang bekerja dengannya, yang memperhatikan Ning dari jauh. Tampak senyum Ning melebar tak karuan, dan diam-diam si asisten rumah tangga merasa penasaran. Siapa kah gerangan orang yang mengirimi majikannya pesan itu? “Sust hei! Kenapa kamu malah diem di sini?” Sebuah suara di belakangnya mengangetkan hati sang asisten rumah tangga. Ternyata itu adalah si supir pribadi keluarga Hartono, pak Arief. Pak Arief yang baru saja masuk dapur, tampak mengambil gelas yang tergantung di atas rak-rak piring makan dan menuangkan air ke dalamnya. “Astagfirullah, Pak Arief! Sing el

