Suasana restaurant siang itu tampak lebih lengang dari biasaya. Adalah Kiana dan juga Rendi yang tengah duduk berhadapan di sebuah meja di ujung restaurant itu. Tempat itu cukup strategis, setidaknya untuk mereka berdua. Karena tak ada rungu yang bisa saja curi dengar dari apa yang sedang mereka bicarakan. Well, sebetulnya mereka memilih untuk di pojok bukan hanya karena pembahasannya saja, tetapi juga karena mereka adalah influencer. Otomatis orang-orang mengenali wajah mereka. Rendi terdiam menatap wajah Kiana yang sarat akan kedinginan. Jika boleh jujur, Rendi sadar jika perempuan itu lebih banyak diam setelah mereka melakukan kesalahan satu malam beberapa waktu yang lalu. Meski percintaan penuh dengan kepanasan itu dilakukan dengan konsen masing-masing, tetapi tetap saja … Rendi mera

