bab 193

1513 Words

Risa mengetuk-ngetuk pulpen yang ada di jarinya ke atas meja dengan gerakan pelan. Satu ketuk, dua ketuk, tiga ketuk, empat ketuk, bahkan di llima ketukan, gerakan pulpen itu tak berhenti juga. Pikirannya lari entah ke mana, Risa juga tidak yakin. Sesuatu sangat mengganggu pikirannya sejak semalam, bahkan dia tak bisa tidur dengan nyenyak. “Maafin aku, Ana. Aku udah berpikir buruk soal kamu selama belasan tahun ini.” Sial. Kenapa suara Ruben yang ia dengar dari ruang kerjanya semalam terngiang-ngiang di kepala? Apa yang sebenarnya Risa pikirkan. Batinnya sungguh bergejolak. Siapa itu Ana? Apa hubungan perempuan itu dengan suaminya? “Kata orang kalau ngelamun tuh bisa kesambet, Ris,” celetuk Nara. Perempuan beranak satu itu menghempaskan p****t di atas sofa cokelat di ruang kerja Ri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD