bab 194

1554 Words

Ruben tercenung di depan pintu kamar mandi ketika dia mendapati istrinya tergugu di depan meja rias. Pria yang hanya mengenakan handuk di atas pinggangnya itu kontan memperpendek jarak guna mendekati Risa. Tangannya yang masih basah karena menyentuh air memegang bahu Risa. Sedikit banyak perempuan itu merasa tertular oleh dingin di tangan Ruben. “Sayang kamu kenapa? Kok nangis, Sayang? Ada apa?” tanya Ruben beruntun. Risa yang mendengar pertanyaan itu meluncur bebas dari birai suaminya lantas semakin terisak. Yah, tipikal perempuan yang kalau udah ditanya ‘kenapa’ pasti bakalan tambah kejer nangisnya. Perempuan itu menggeleng pelan, matanya tak berani menatapi tubuh Ruben dari balik kaca rias di depannya. “Aku enggak apa-apa, Mas Ruben.” Namun, Ruben tahu istrinya itu berbohong. Sela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD