bab 277

1452 Words

Suasana jalan raya sore itu tampak padat merayap oleh beberapa pendemo yang masih setia berdiri di depan gedung-gedung istana negara. Adalah Risa dan Ruben yang berada di dalam sedan hitam itu tengah memperhatikan kerumunan yang ada dengan pandangan takjub. Seingat Risa dan Ruben, pak Arief bilang pada mereka bahwa puncak demo berada di satu hari kemarin, tetapi kenapa hingga sekarang mereka semua memadati jalanan kembali, ya? Apa aspirasi yang disampaikan tak mendapatkan balasan yang bagus? Entahlah, Risa dan Ruben juga sejujurnya tidak tahu. Yah, bagaimana mereka ingin tahu jika mereka saja tidak turun langsung ke arena. Betul, bukan? “Kok masih demo ya, Mas?” tanya Risa pelan. Suaranya nyaris tenggelam dengan suara-suara orasi di luar sana. Baik Risa atau pun Ruben, kedua-duanya kompa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD