Bab 38 - Obat Nyamuk

1215 Words

“Kamu udah makan?” tanya Galaksi seraya menaruh semua barang belanjaannya di atas laci. Pemuda itu duduk di kursi samping ranjang pasien kemudian mengusap rambut Damara dengan hati-hati. “Udah makan roti tadi bareng Sita,” jawab Damara. Galaksi hanya tersenyum kemudian mangut-mangut mengerti. Sita yang duduk di sofa pojok ruangan hanya bisa lirik-lirik sekilas kemudian berdeham pelan. Ingatan tentang kejadian tadi, di mana Damara dan Galaksi berciuman di atas ranjang pasien masih berputar di otak kotornya. Saat ini, Sita hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan Galaksi dan Damara yang lebay macam remaja baru mengenal cinta. Lain hal-nya dengan Damara yang merasa tidak enak hati akan keberadaan Sita, Galaksi justru bersikap santai dan cuek, padahal di belakang sana ada Sita yang sudah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD