"Kenapa lo siap tinggalin semuanya demi gue?" tanya Damara. Galaksi kembali duduk di kursi samping ranjang pasien kemudian mengatur napasnya. Mata Damara memerah akibat menahan tangis, namun gadis itu memberanikan diri untuk memandang Galaksi hingga keduanya saling bertatapan. "Gue nggak bisa biarin lo sendirian," jawab Galaksi. "Jadi lo baik ke gue hanya karena kasihan?" Galaksi menggeleng cepat. Kemudian menelan salivanya sesaat sebelum memberikan jawaban, "G-gue suka sama lo. Ditinggal sehari doang, gue udah ketar-ketir lebingungan. Kayak ada yang kurang aja selama lo nggak ada." Keheningan merebak di antara keduanya. Mata mereka berpandangan dengan sorot yang tak bisa dijabarkan. Damara tak bisa lagi menyembunyikan senyumnya yang sejak tadi tertahan, sementara Galaksi malah menundu

