Malam sudah sangat larut. Jam dinding sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Darwin melangkah dengan semangat. Seusai acara diaula sekolah, Darwin mengajak Tiwi berbincag tentang banyak hal. Tiwi banyak tertawa. Hal itu membuat Darwin ikut senang.
"Apa kau bersenang senang?"Tanya sebuah suara saat kaki Darwin sudah sampai di lantai dua menuju kamarnya.
Suara itu, Darwin sangat kenal suara itu. Tapi bukankah pemilik suara itu sedang diluar negri mengurua pundi pundi uangnya? lantas?
"Ibu? Apa itu kau?"tanya Darwin memastikan pemilik suara itu sambil berjalan ke arah jendela dimana suara itu tadi berasal.
Dalam keremangan malam, Darwin melihat wanita paruh baya itu berdiri dari kursi didekat jendela. Menutup handphone dan mematikan laptop didepannya lalu menghampiri Darwin.
"Tentu ini aku. Siapa lagi? apa kau berharap ini suara Tiwi. kekasih jalangmu itu?"tanya Nyonya Kenia setengah berteriak.
"aah ibu. Apa apaan ini? sudah berapa hari kita tak bertemu dan sekarang ibu harus memaki kekasihku dengan wanita jal*ng? Oh astaga ibu. Yang benar saja,"ucap Darwin kesal.
"Ibu sudah memperingatkanku Darwin. Segera tinggalkan wanita itu. Apa kau belum tidur dengannya? Apa karena itu kau belum mau meninggalkannya. Kau punya uang, punya segalanya, kenapa tak kau cari wanita lain saja? mereka pasti dengan senang hati melayanimu dikasur,"ujar nyonya kenia dengan sanget melecehkan.
"Apa apaan itu bu? Apa baru pertama ini jatuh cinta dan pacaran. bahkan dari dulu tak berani aku pacaran karena aku tau mereka hanya mau uang ibu saja. Tapi Tiwi tak begitu ibu. Dia tak mengincar uangku. Karena itu menyukainya,"Aku Darwin bangga.
"Tidak mau uangmu? lantas siapa yang membayar salon tadi sore? membayar makan kalian malam tadi? siapa kalau bukan kau Darwin?"ujar nyonya Kenia.
"itu hal wajar ibu. Aku yang mengajaknya pergi. aku pun lelaki dan kekasihnya, wajar jika aku mentraktirnya bukan?"darwin membela diri.
"Kau hanya dibodohii cinta anakku. Matamu sudah tertutup oleh gadis miskin itu. Otakmu sudah dicuci olehnya. Hingga kau jadi tak sadar bahkan lupa diri,"ujar Nyonya Kenia geleng geleng kepala.
"Apaa Ibu tak pernah jatuh cinta bu? ayyolah bu. aku akan belajar dengan serius.Aku janji akan belajar bisnis juga. Tapi toling, jangan menggangguku dan Tiwi bu,"Darwin memelas.
Darwin tahu betul ibunya keras kepala dan jarang bisa dibujuk. Dari dulu Darwin paling malas berdebat dengan ibunya tentang apapun juga. Darwin lebih suka mengiyakan semua kemauan ibunya saja. Tapi tidak kali ini. Tidak dengan hubungannya dengan Tiwi.
"Ibu tidak suka dengan orang miskin Darwin. Alergi rasanya berdekatan apalagi berhubungan dengan mereka. Jika memang kau mau pacaran, carilah wanita anak orang kaya. setidaknya selevel dengan kita. Jangan anak gembel yang tidak jelas dimana ibunya itu,"ujar Nyonya Kenia sangat tak suka.
"Alergi apa bu? ah ibu ada ada saja. Lagi pula mana bisa diatur jatuh cinta itu harus dengan anak orang kaya ataukah dengan orang miskin bu, ada ada saja ibu ini,"Darwin tertawa.
Nyonya Kenia kesal melihat anaknya tertawa seolah mengejek dan merendahkan wibawanya.
"Berhenti tertawa Darwin!"teriak ibunya.
"Tinggalkan segera anak itu Darwin. Jika tidak ibu akan menghancurkannya. Kau tak tau ayahnya meninggalkan banyak hutang dan ibu tirinya pasti akan mau melakukan apa saja agar bisa mendapat uang terlebih gajinya juga tak seberapa. Ataukah kau mau aku membuat Tiwi dikeluarkan dari sekolah dan tak di terima di sekolah mana pun. Kau pilih yang mana? Dengan uang dan kedudukan, ibumu ini dengan mudah menghancurkan kekasih jala*g mu itu. Apalagi bisa ku pastikan, ibu Tiri Tiwi pasti mau menurutiku jika ku beri segepok uang. Aku pastikan Dia bahkan mau ku suriluh mengusir Tiwi dari rumahnya, "ancam nyonya kenia.
Darwin sangat terkejut mendengar ancaman yang sangatbkecam dan keterlaluan bahkan sangat berlebihan oleh ibunya terhadap Tiwi.
"kau tau dengan pasti ibu bisa melakukannya. Sekali telpon saja, Tiwi akan dikeluarkan dari sekolah. Dan dapat dipastikan dia tak akan diterima dimana pun. apa kau mau ibu melakukan itu?"ujar Nyonya Kenia mengancam Darwin dan meraih handphonenya.
"Ibu hentikan!!"teriak Darwin melihat hape itu sudah ditelinga ibunya.
"Kenapa?"tanya Nyonya Kenia.
"Apa dia begitu berarti untukmu,"tanya Nyonya Kenia menatap tajam ke arah Darwin.
Darwin hanya diam menunduk. Tak terpikir olehnya ibu akan menggertaknya disaat sekarang. Baru dua hari bersama dan ibu sudah ingin memisahkan mereka.
"Selama ini kau tak pernah membantah ibu Darwin. Sekarang kau malah melawan dan membantah ibu. Pasti karena pengaruh buruk si miskin itu,"nyonya Kenia berkata dengan sinis.
Darwin hanya diam. Rasanya tak ada yang perlu dikatakannya. Dia tak bisa membujuk ibunya. Diam adalah salah satu cara meredam amarah ibunya sekarang ini.
"Ibu mau kau segera ke Amerika Darwin. Ibu akan menelpon Paman Philip. Siapkan barang barangmu. Besok pagi kau berangkat dengan penerbangan pertama,"ujar Nyonya Kenia sambil menarik nafas berat.
"Apa? besok pagi bu? yang benar saja. bukankah saat aku tamat bu? kenapa malah besok?"tanya Darwin setengah berteriak tak terima keputusan sang ibu.
"ibu tak ingin ada kalimat bantahan Darwin! Ibu lelah. Kau pasti juga begitu. Ibu beri waktu satu hari. Artinya besok lusa. Sampaikan kalimat terakhirmu. urus semua keperluanmu. Visa dan Paspor harus siap. Atau kau mau melihat gadismu hancur bahkan membencimu selamanya?"ancam nyonya Kenia.
"tapi bu...,"Darwin coba membujuk lagi.
"Ibu bilang tidak mau ada bantahan Darwin!! Tidurlah sudah larut. kau pasti lelah. ibu juga. selamat malam,"Ujar Nyonya Kenia lalu beranjak mennggalkan Darwin.
"Ah sial. sial siall. Aku sudah menduganya. Tapi tak kusangka ibu akan secepat ini menghentikanku, aaarrrgghhh!!!,"teriak Darwin kesal.
Darwin sudah dikamar. Sudah setengah jam ini dia hanya mondar mandir dan tak bisa tertidur. Rasanya sangat kesal sekali menyadari harua segera pergi ke Amerika. Belajar dengan Paman Philip.
Paman Philip sangat tegas. Lebih daripada ibunya. Paman tak perlu berteriak atau melotot untuk membuat orang takutboadabya. Raut wajahnya saja sudah membuat orang bergidik.
"Apa sekarang? tak ada satupun yang bisa aku lakukan selain menurut pada ibu. ah. uang. kau segalanya di dunia ini. andai aku sudah punya uang, aku mau pergi saja dari sini. Membawa Tiwi bersamaku,"ujar Darwin menerawang menatap keatas langit kamar tidurnya.
"Riooo.. Hanya Rio yang bisa aku andalkan. Tapi bisakah ibu di percaya? Rasanya aku tak percaya pada ibu. hanya dengan menurut pergi ke Amerika apa ibu akan diam saja kepada Tiwi? aku rasa tidak demikian. Apa yang harus ku lakukan? apa?"Darwin sangat kesal sekali.
Terlebih tak ada yang bisa dimintainya tolong selain Rio saja. Posisi dirinya dan Rio sama. mengandalkan uang dari orangtuanya.
"Andai aku sudah lebih besar. punya uang dan kedudukan. Aku akan menolak keinginan ibu ini. Ah. baiklah aku tau ibu melakukan ini untuk kebaikanku. Tapi ibu keterlaluan dengan mengatur harus dengan siapa aku pacaran? astaga. bukankah nenek juga orang tak punya. itu artinya ayah juga sama. ayah hanya beruntung mendirikan perusahaan kecil lalu berhasil dan bisa punya banyak cabang dimana mana. itu artinya, ayah juga bukanlah orang kaya tujuh turunan seprti ibu. lantas mengapa ayah dan ibu bisa bersama? dan mengapa ibu membenci orang miskin jika ayah saja berasal dari keluarga tak punya?"tanya Darwin bingung dengan pertanyaan pertanyaan di kepalanya sendiri.
"Banyak hal yang tak bisa aku mengerti. Aaaarrrhhh.. apa yang harus aku lakukan? jika aku pergi bagaimana dengan Tiwi? qku tao yakin ibu hanya akan diam saja,"ucao Darwin seperti berpikir sesuatu.
"Riio.. hanya dia. qku telpon dia saja dan menceritakan semuanya,"ucap Darwin meraih hapenya dan menekan nomor Rio.
Darwin menunggu dan tak ada jawaban di sana. Darwin mencoba lagi. Menekan nomer Rio. tErsambung tapi tqk diangkat.
darwin mencoba beberapa kali. Hingga akhirnya.
"hei. bodoh! apa yang kau lakukan?"maki Rio.
Darwin tertawa.
"kau malah tertawa. aku lagi mimpi enak kau malah menggangguku. kau tau jam betapa sekarang?"tanya Rio kesal. Darqin sudah mengganggu mimpi indahnya.
"Hei Rio.Sudahlah jangan kau kesal seperti itu. Aku butuh orang untuk mendengarkan ku bicara. Ibu menyuruhku pergi besok juga. bagaimana ini? aku tak bisa tidur dari tadi. aku terus berpikir dan berpikir tetap tak juga menemukan solusinya. Aku benar-benar kesal dan ingin rasanya aku memukul tembok sekarang ini,"ujar Darwin menceritakan masalahnya.
" ah sialan. Kenapa tak Besok aja kau menelponku darwin? Kenapa harus pagi-pagi buta seperti ini. benar benar sialan. Kenapa Tak nunggu Besok saja kau. aku sedang Bermimpi indah tadi dan kau benar-benar sangat menggangguku, "ujar Rio sangat kesal.