bc

KELIARAN DIBALIK KELUGUAN SEORANG ISTERI SETIA

book_age18+
5
FOLLOW
1K
READ
family
age gap
dominant
beta
drama
bxg
highschool
musclebear
like
intro-logo
Blurb

Hanik adalah seorang isteri ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak. Yelsa yang sudah kelas 3 SMP dan adiknya yaitu Dika masih SD kelas 5. Suaminya Andi Pratomo seorang PNS terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan karirnya. Ia tidak pernah menyadari dan kurang perhatian dengan isterinya hingga isterinya yang cantik tak dapat mengendalikan lagi gairah kewanitaanya saat kesempatan datang menggodanya.

chap-preview
Free preview
KELIARAN DIBALIK KELUGUAN SEORANG ISTERI SETIA
Hanik, begitu dia biasa dipanggil orang orang sekitarnya. Hanik Sri Hartati nama lengkapnya. Wanita berusia 40 tahunan itu sudah memiliki dua orang anak dari perkawinannya dengan suaminya Andi Pratomo yang selisih 10 tahun diatas usianya. Wanita berperawakan tinggi semampai agak terkesan montok itu memiliki wajah kalem namun ayu enak dipandang bikin yang melihatnya betah lama memandangnya. Hari itu dia sendirian di rumah, suaminya seperti biasa ngantor pulang sore bahkan sering nyampe rumah malam malam karena kesibukan pekerjaannya. Yelse dan Dika anak anaknya masih ada disekolahan. Untuk menghilangkan kejenuhan dan kesepian dirumah yang cukup besar itu ia memutuskan untuk melakukan bersih bersih diruang tamunya yang memang saat itu kondisinya amburadul seperti kapal pecah. Dengan mengenakan daster dari bahan yang agak tipis Hanik mengambili potongan potongan kertas dan sampah lalu mengumpulkannya di bak sampah yang ada disudut ruangan. Tiba tiba spontan ia menghentikan aktivitasnya ketika dari sela pintu depan rumahnya yang terbuka itu melihat seseorang lewat yang dia tahu ternyata Alex, pemuda belia yang masih 17 tahun anak dari tetangga samping rumahnya. Hanik bergegas melangkah keluar pintu dan segera meneriaki anak itu " Lex... Alex... sini bentar. " Serunya Anak lelaki yang menginjak remaja itu berhenti dan menengok kebelakang melihat suara yang memanggilnya. Alex yang dipanggil itu tersenyum ramah dan agak kaku menghampiri Hanik. Kelihatan anak yang bernama Alex ini bukan keturunan Jawa seperti Hanik, kulitnya hitam legam dan rambutnya ikal . Ya dia berasal dari keturunan Ambon dari kedua orang tuanya. " Lex bisa ya bantu tante. bentar aja kok cuma geser lemari dan nyapu bersihin lantai. Mau kan Lex, " Ucap Hanik pada Alex dan lagi lagi sambil senyum anak itu menganggukan kepala tanda dia bersedia membantu. Memang Hanik dan suaminya sering minta bantuan Alex selama ini, kadang antar jemput sekolah sewaktu mereka tidak bisa mengantar dan menjemputmenjemput anak anaknya. Karena keluarga Alex yang memang kurang mampu jadi orang tua Alex sangat senang ketika anak mereka dimintai tolong oleh suami Hanik. Bocah belasan tahun yang memang pendiam itu tanpa banyak bicara namun tetap dengan sunggingan senyum segera masuk kedalam langsung memegang sapu yang tersandar di tembok. " Yuk geser sama sama Lex tuh bawah lemari banyak sampah. Kamu sebelah situ, " Ucap Wanita cantik itu sambil tangannya menunjuk arah. Mereka bekerja sama menggeser lemari Jati itu agar bisa membersihkan sampah yang ada dibawah lemari. Tak sengaja Hanik yang saat itu mengenakan daster berkancing depan tak menyadari kalau kacing dasternya bagian depan tengah terbuka dua kancingnya hingga kelihatan BH hitamnya dari sela sela kancing yang terbuka itu. Pemandangan seperti itu tak luput dari pandangan mata Alex yang sebentar sebentar melirik nya karena takut ketahuan kalau sedang mengawasi. Anak lelaki yang sedang dalam masa puber itu terlihat sesekali menelan ludah dan meleletkan lidahnya karena disuguhi pemandangan yang indah didepannya. Jakunnya yang masih tumbuh kecil naik turun seiring dengan nafasnya. Apalagi saat mendorong lemari, posisi Hanik agak membungkuk jadi semakin memperlihatkan isi kedalaman dadanya. Sambil menggeser lemari pun Alex tampak tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu. Tampak gumpalan padat s**u putih yang terbungkus BH hitam yang sepertinya tidak muat menampung itu begitu mempesona remaja Ambon itu. Kontan saja anak itu jadi salah tingkah karena ada yang memberontak mengeras dibagian bawah tubuhnya. Celaka... Alex nampak gugup dan melepaskan pegangannya pada lemari kayu itu. Kebingungan melanda nya saat dia menyadari kalau saat itu ia tengah tidak memakai celana dalam hanya celana panjang kolor mirip training yang dipakainya. Sekonyong konyong tampak menggembung dibawah perutnya. Mau menutupi dengan kedua tangannya dia takut dan malu pada Hanik kalau tidak ditutupi jelas kelihatan menonjol burungnya. Hanik masih belum menyadari semuanya, karena gerakan gerakannya malah menjadikan p******a bulatnya terlihat. Barulah perempuan itu heran ketika Alex terdiam tidak meneruskan pekerjaannya malah duduk di kursi. " Loh ayo Lex kok berhenti.. capek ya.. " Ucapnya. Yang ditanya cuma mesan mesem tidak menjawab. Kedua bola mata wanita cantik itu terbelalak begitu menyadari dengan apa yang dilihatnya. Matanya melihat tonjolan dibalik celana kolor anak itu meskipun diposisi duduk. Dan ia lebih kaget lagi menyadari kancing kancing dasternya yang terbuka. Dengan cepat jari jemarinya mengancingkan lagi dasternya. Sangat malu sekali dia pada anak itu. Mereka sama sama terdiam bingung mau ngomong apa karena sama malunya. " Bu... sa saya mau pulang dulu ya bu, " ucap anak itu sambil menunduk tak berani memandang wanita didepannya. Sebagai wanita yang sudah dewasa Hanik dengan cepat bisa menguasai keadaan. Dipandangi nya remaja berkulit hitam itu namun sesuatu niat entah darimana datangnya ia berniat menggoda anak itu. Pikirannya membayangkan benda menonjol itu sambil dia tersenyum senyum sendiri. Kata orang barangnya Ambon besar panjang pasti punya anak ini juga.... Apalagi hasratnya tadi malam belum kesampaian. Suaminya lemas keluar duluan dan langsung tidur tanpa menghiraukan nya. Dalam benaknya tak apalah bermain main sedikit dengan anak ini mumpung suasana sepi lagian kedua orang tua anak ini jam segini masih berada di pasar sebagai buruh pasar. Kenakalan dan keisengan nya semakin menggodanya ketika melihat Alex malah menutupkan tangannya ke sela pahanya. " Lex ibu minta maaf ya.. tadi gak sengaja dan gak tahu kalau kancing ibu terbuka. Tapi jangan pulang dulu kan bersih bersihnya belum selesai, " Sapanya memecahkan keheningan suasana. " I iya bu Alex juga salah liatin itu ibu terus.. maafin Alex juga. " " Nah.. gitu dong bicara jangan cuma diem aja. Gak usah minta maaf ke ibu Lex, ibu nggak apa apa kok. Ibu maklum kalau kamu ngalamin seperti itu. Itu tandanya kamu normal Lex hehehe.. . " " Alex emang normal bu.. bahkan mungkin terlalu normal hahaha.. . Ibu Hanik sih cantik banget. " Busyet.. . . tampak wanita cantik itu mendelikkan matanya. Dikiranya tadi si anak ini masih lanjut dengan sifat pemalu nya eh ini kok malah kata katanya berani malah menggodanya. Dipelototin seperti itu tidak menjadikan remaja didepannya takut malah anak itu senyum senyum saja. Bisa berabe ini acara goda menggodanya. Dirumah dia cuma sendiri tiba tiba perasaan khawatir ada orang disekitarnya menyelimuti dirinya. " Bu ibu kenapa sekarang yang jadi diam. Ibu bayangin apa ayo.. pantasnya saya kan yang bayangin bu Hanik hihihi.. " Gila!! ! ! Bocah ini kok sekarang jadi berani begini, pikir Hanik namun dia segera berdiri dan menuju ke pintu depan. Dia celingukan sesaat mengarahkan pandangannya keluar rumah. Jam segitu di lingkungan situ memang sepi para lelaki masih bekerja sedang ibu ibunya ada dalam rumah semua. Setelah dirasa memang sepi, Hanik dengan d**a berdebar keras kembali menghampiri Alex. Ihhh masih kelihatan anak ini tangannya masih menutupi sela pahanya. " Loh Alex tadi katanya mau pulang.. Gak apa apa biar ibu sendiri saja yang nerusin bersih bersih. " Ucapnya kalem tapi sambil sesekali matanya melirik kearah tonjolan dibawah perut anak itu. " Tadinya iya saya mau pulang tapi sekarang kok ingin disini ya Bu... Ibu yang adil sama saya dong. " " Hah.. apa.. apa maksud kamu ibu tidak adil Lex. Kamu ngaco ah. " Tiba tiba perasaan cemas datang menghampiri Hanik padahal tadinya dia ada niatan menggoda anak itu. Terlihat Alex yang tadinya pendiam kini tampak cengar cengir menatap dirinya. Mata itu terlihat begitu liar memandang tubuhnya. " Maksud saya tidak adil itu begini loh bu... tadi Bu Hanik kan sudah ngasih saya tontonan s**u ibu pada saya. Sekarang gantian saya mau ngasih tontonan ke ibu. Asal ibu mau saja kalau gak mau ya gak apa apa. Kalau tidak mau lebih baik Alex ijin pamit saja. " Hanik mengerutkan keningnya dia berfikir apa maksud anak n***o ini. Tontonan apa yang mau diperlihatkan nya. Baiknya coba aku ikuti dulu apa maunya anak tetangganya ini. Akhirnya dia sendiri yang jadi penasaran. " Yaudah ibu nyerah Lex, emang kamu mau kasih lihat aku apa? Jawab Hanik lemas tapi penasarannya masih kelihatan buktinya matanya masih sesekali melirik sesuatu yang masih ditutupi tangan oleh anak itu. Dengan hati berdebar dan nafas yang mulai berat wanita cantik ibu rumah tangga itu menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. DUARRRRRR Serasa petir menyambar disiang hari itu padahal suasana terang benderang, Hanik tidak dapat menyembunyikan kekagetannya dengan apa yang dilihatnya didepannya. Bagaimana tidak,,, Alex bocah belasan tahun itu tampak duduk menghadap ke dia dengan memejamkan matanya tapi celana kolornya sudah melorot sebatas lututnya. Awalnya spontan sebagai wanita yang sudah bersuami, Hanik sempat memalingkan wajahnya. Paras cantik itu tiba tiba memerah namun itu tidak berlangsung lama. Dengan tetap masih berusaha tenang, wanita cantik itu berkata lirih pada Alex yang masih memejamkan matanya dengan bagian bawah celananya masih merosot sebatas lutut. Sungguh hal yang membuat Hanik tidak habis pikir adalah kenapa anak seusia ini memiliki batang kemaluan yang melebihi ukuran orang dewasa. Batang itu kelihatan kekar besar dan sedikit berurat. Kulup kepalanya saja mungkin berukuran 3 kali milik suaminya. Sempat tanpa diketahui Alex yang masih memejamkan matanya perempuan itu meleletkan lidahnya sambil menelan ludah dengan susahnya. " Lex sudah.. ayo kamu naikan lagi celanamu. Ibu kan tadi sudah minta maaf ke kamu. Nanti ada orang yang tahu dan melihat bisa bahaya Lex. " pintanya memelas namun jujur diakuinya anak lelaki turunan Ambon ini biar tubuh kecil tapi burungnya besar jumbo. Mendengar perkataan itu, Alex baru membuka matanya. Dia memandang tajam ke arah Hanik hingga membuat perempuan itu segera memalingkan mukanya kesamping. Anak itu masih diam tidak berkata apapun namun penisnya yang besar panjang itu masih saja terlihat menegang keras malah bergerak mengacung acung. Hanik lagi lagi menelan ludahnya meski wajahnya berpaling tapi sudut matanya masih sempat sempat nya melirik. " Lex kamu dengar gak sih kok malah diem kayak patung gitu. Cepetan celana kamu itu pakai kembali. " " Maaf Bu kalau saya diam. Saya malu dan tidak berani ngomong sama ibu. Saya mau minta tolong sama ibu tapi takut ibu marah apalagi nglaporin ke orang tua saya. " Ucap polos anak remaja itu sedangkan Hanik masih memalingkan mukanya ke samping namun badannya masih tetap menghadap anak itu. " Tolong bagaimana. Aneh aneh kamu ini, cepetan ngomong aja gak usah berbelit belit keburu ada orang tau. " Dalam batinnya pastilah ini anak yang sudah mulai berani ini mau minta yang tidak wajar. Tak bisa ia pungkiri birahi nya sejak melihat ukuran kemaluan Alex yang besar dan panjang itu terasa naik namun sebagai wanita yang sudah bersuami dia masih berusaha bersikap sebagai wanita terhormat yang bukan murahan. Berfikir tidak mau lama lama dalam kondisi seperti itu takut ada tetangga yang tahu timbul dalam pikirannya tidak apalah bermain sedikit dengan anak itu toh dia tidak mau sampai terjadi hal hal yang buruk misalkan persetubuhan. " Tolong ibu keluarin burung saya ya bu. Saya gak kuat pusing rasanya kepala saya kalau sudah tegang gini gak dikeluarin. " GILA nih anak berani benar mulutnya ngomong seperti itu padanya pikir Hanik. " Lah itu kan udah kamu keluarin Lex mau dikeluarin gimana lagi. Kamu tuh jorok kok gak pake CD. " Ucapnya terkesan menggoda anak itu. Jantungnya semakin berdebar kencang, sebenarnya dia sebagai wanita dewasa sudah tahu arah permintaan anak itu. " Keluarin p**u saya bu biar saya lega. paling bentar saja sudah keluar kok. Saya sangat terangsang lihat s**u ibu sama BH hitam ibu. " Tuh kan benar dugaannya pikir Hanik. Hmmm baiklah dia juga sudah sangat b*******h juga tak ada salahnya jika ia meluluskan permintaan Alex. Rasanya Hanik sudah ingin sesegera mungkin melakukannya mengingat khawatir ada orang lain yang mengetahui mereka. " Ok ibu faham maksud kamu Lex. Ibu kocokin ya tapi ibu minta syarat kamu tutup mata kamu ya dan jangan sekali kali membuka mata sebelum ibu suruh. Mau kamu? " Alex si bocah ambon itu tak menjawab. Diposisikan nya tubuhnya sambil duduk mengangkang mempertontonkan batang penisnya yang besar panjang namun hitam legam seperti warna kulitnya. Hanik beringsut mendekati tubuhnya. Agak kelihatan gemetar tangannya meraih memegang batang besar milik anak lelaki remaja itu. Kedua bola matanya terbelalak lebar menyaksikan lingkaran jari lentiknya tidak cukup muat menggenggamnya. Merasa ada tangan lembut yang memegang batangnya, Alex melenguh pelan bibirnya mendesis tapi sesuai aturan matanya masih terpejam. Kepala anak itu mendongak merasakan sensasi ketika tangan lembut itu tak hanya memegang saja tapi pelan pelan bergerak menggosoki batang kelaminnya. " Oh... Bu enak sekali rasanya impian saya selama ini jadi kenyataan bu. ayo bu... kocokin k****l saya bu. " Busyettt berarti selama ini anak ini telah mengawasi dan mengintai dirinya, ungkap Hanik dalam hatinya. Terlihat pendiam tapi ternyata nakal. Diakuinya dalam hatinya anak sekecil itu k*********a sangatlah keras beda dengan milik suaminya. Tanpa menghiraukan rintihan dan kata kata Alex Hanik semakin intens meningkatkan kocokan nya pada p***s anak itu. Tangannya semakin cepat lagi menggosok batang itu. Cairan bening yang keluar dari ujungnya membuat licin permukaannya. Pikiran nakalnya tergelitik untuk berbuat sesuatu. Dia yakin anak itu tidak akan membuka matanya sebelum dia mengijinkan. Perlahan didekatkan nya wajahnya ke arah benda yang mengeras itu. Hanik mendongak mengawasi Alex yang masih terpejam. Sesaat kemudian mulutnya terbuka lebar dan dengan gerakan yang teratur bibir mungil itu mencaplok batangnya Alex dan spontan diikuti gerakan liar anak itu. " Bu.. nikmat ibu suka nge mut ya bu. " Ucap Alex tersengal sengal nafasnya. Kedua tangannya berusaha menahan kepala Hanik namun ditepiskannya oleh wanita cantik itu. Maunya wanita itu ingin segera tuntas biasanya Andi suaminya tidak lama di begitu kan pasti segera muncrat isinya. Namun ini lain dia tidak bisa mempercepat gerakan mulutnya dikarenakan benda yang dilahapnya berukuran jumbo. Seringkali dia batuk tersedak dan hampir saja muntah.. Saat geleng geleng kepala karena kagum ia sempat melihat ekspresi wajah Alex tampak berusaha keras menahan sesuatu. Dia faham betul dengan kejadian itu diludahi nya kepala batang kemaluan Alex dan secepatnya dikocoknya lagi seperti awal. BERSAMBUNG

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Rise from the Darkness

read
10.2K
bc

Kali kedua

read
220.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.3K
bc

The Legend Of The Wolf Alliance

read
59.4K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.8K
bc

TERNODA

read
200.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook