BAB 4 ( TAMAT)

1564 Words
Hanik merupakan wanita yang tidak mau terlalu memikirkan sesuatunya. Demikian pula dia tidak mau ambil pusing dengan ikutnya Alex bersama ibunya nanti malam mau tidur dirumahnya atau tidak. Dia enjoy enjoy saja menjalani hidupnya. Dengan senyuman yang ramah dia mempersilahkan masuk ketika Bu Elly dengan diikuti Alex sudah ada didepan rumahnya. Padahal hari itu masih belum terlalu malam. Mereka berbincang sambil menonton acara televisi, Alex duduk disamping ibunya sedang Hanik tampak sambil ngemil makanan ringan ada didepannya tidak melirik nya sama sekali dari tadi. Kelihatannya wanita cantik itu sengaja berbuat seperti itu untuk menunjukan sikapnya sebagai wanita yang terhormat. Yang bisa dilakukan Alex hanya bermain dengan HP nya, Tibalah saatnya mereka pamit mau ke kamar masing masing, entah mengapa timbul keisengan Hanik saat itu karena dipikirnya dari tadi Alex dilihatnya diam cuma mengawasi HPnya saja. Saat mata mereka beradu pandang Hanik sempat sempat nya mengerlingkan matanya pada anak itu sambil memberikan senyuman manis. Yang dituju kontan saja menjadi salah tingkah tidak karuan. Dan dari kerlingan mata itu Alex menjadi tidak tenang dikamarnya. Ibunya menyuruhnya tidur namun tidak dihiraukan nya. Dibukanya HPnya akan dicoba nya mengirim pesan pada Hanik. PING hanya itu pesan singkat yang dikirimkannya sambil resah menunggu balasan dari Hanik yang ada dikamarnya. Sementara Hanik memang sudah menduga akan reaksi anak itu, sambil menggigit bibir bawahnya dia tersenyum nakal akan memberi balasan pesan itu. NAKAL demikian balasan segera dikirimkannya ke Alex. Tak beberapa lama Alex pun mengirim pesan lagi " Ibu cantik, Alex kangen sama Ibu. " Hmmm dasar bocah yang lagi nafsu nafsunya pikir Hanik dalam hatinya sambil tertawa sendiri dalam kamarnya. " Hmmmm jangan panggil ibu ya,,, panggil nama saja Lex. Aku kangen kontolmu. " Rasain ungkap hati Hanik dia sengaja mengirim pesan panas itu biar semakin tidak karuan bocah itu. Sambil melanjutkan isi pesannya lagi " Hapus semua pesan ku ini Lex. Aku tunggu nanti malam jam 01.00. Pintu kamarku tidak aku kunci. " " Iya Bu baik nanti Alex kesana. " " Apa sekarang Bu.. eh Hanik cantik. Mamaku sudah tertidur kok. " Hanik tersenyum tapi dia tidak membalas pesan itu. Dibaringkan nya tubuhnya dikasur sambil membayangkan kenikmatan yang akan terjadi nanti. Nanggung kepalang basah pikirnya, sekali berbuat dosa karuan dia menikmatinya juga daripada memendam pikiran yang berkecamuk antara iya dan tidak. Malam ini akan dilaluinya dengan o*****e dahsyat seperti kemarin. Tangannya perlahan meraba kewanitaannya disana dia mengelus barangnya yang masih terbungkus CD. Matanya sayu merasakan gairah birahi yang mulai menjalar seluruh tubuhnya. Kali ini dia harus bisa membuat batang k****l Alex menyemburkan isinya. Tadi dia sudah meminum pil anti hamil jadi tidak khawatir akan terjadi pembuahan. Sekali lagi dia membuka isi pesan di HPnya, sudah setengah jam yang lalu ada pesan terakhir dari Alex yang belum dibacanya. " Saya mau menyerahkan keperjakaan saya padamu Hanik yang cantik dan merangsang. Saya kasihkan ke ibu Hanik terserah mau diapakan k****l punya saya. " Edan anak sekecil ini bisa bisanya mengirim pesan yang vulgar seperti itu. Memang istimewa sih barang kepunyaan anak ini. Kelak yang jadi isterinya akan puas dan bahagia. Hanik membolak balikan tubuhnya sambil membayangkan Alex yang masih hijau umurnya itu. Kurang satu jam lagi akan nyampai jam 01.00 dipandangi nya wajahnya sendiri melalui kamera HPnya. Dia tertawa sendiri kenapa bisa skandal menjalin hubungan gelap dengan anak semuda Alex usianya. Ia tak ubahnya seperti tante atau STW yang mendapatkan brondong muda.Cuma yang ia dapatkan anak muda dekil, hitam, jauh dari abg keren akan tetapi memiliki batang yang besar panjang dan keras. Akhirnya Hanik tertidur sendiri karena kantuk yang tidak dapat ditahannya.Suasana malam itu memang dingin karena sore tadi hujan turun dengan derasnya. Semuanya terlelap dikamarnya masing masing. Menyisakan Alex yang memang sejak tadi tidak bisa tidur karena memang menunggu saat saat yang dinantikan nya tiba. Karena memang seluruh yang ada dirumah itu semuanya sudah tertidur, Alex dengan bebasnya memasuki kamar Hanik yang memang tadi tidak dikunci. Pemuda itu begitu ber nafsunya ketika melihat tubuh indah wanita yang dikaguminya terbaring tergolek di atas ranjang kasur apalagi baju tidurnya tersingkap disana sini. Tak lupa dia menyempatkan mengunci kamar itu dari dalam. Ingin rasanya ia segera menubruk tubuh indah itu dan menggeluti nya tapi pikirannya mengatakan tidak karena takut menjadikan Hanik terkejut dan berteriak. Ia berniat membangunkan Hanik pelan pelan agar tidak sampai kaget. Benar saja wanita ayu itu segera terjaga ketika anak muda itu membangunkannya. Hanik membetulkan letak bajunya yang tersingkap tapi begitu sudah jelas yang ada di hadapannya adalah Alex dia tersenyum. " Kunci dulu pintunya Lex. " suruhnya pada anak itu " Sudah Bu ehh.. Hanik cantik hehehe. " " Hmmm kamu berani sekali ya Lex memanggil dengan namaku saja tanpa sebutan ibu. Kamu apa sudah siap katanya mau menyerahkan keperjakaanmu padaku, iya kan? " " I.. iya bu eh Hanik. Gak apa apa ambil sepuas semaumu saya rela kok asal bisa menikmati tubuh ibu Hanik yang cantik. " Terdengar polos jawaban Alex ditengah tubuhnya yang agak gemetar karena begitu nafsunya melihat keindahan tubuh Hanik. " Kamu yang nyantai Lex. Kamu harus ikuti aturan main baru aku berikan semuanya. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan pada tubuhku. Kemarin malam kamu hanya duduk aku tunggangi sekarang aku mengijinkanmu berbuat yang kamu mau asal kamu penuhi syaratnya. " Semakin bergetar dan berdebar Alex mendengar kata kata itu " Iya iya saya janji nurut janji bu. " " Dengar ya Lex. Malam ini aku turuti keinginan kamu asal kamu janji jangan sampai kamu membuka rahasia ini. Dan ingat ini jadi yang terakhir hubungan kita Lex aku tidak mau lagi berbuat ini lagi selanjutnya. Besok malam suamiku sudah ada dirumah. Bagaimana kamu bersedia tidak mengganggu aku lagi setelah ini kan? Anggap saja sekarang aku memberi kenang kenangan padamu. Bagaimana Lex? " Alex tertegun mendengar penjelasan wanita itu. Kecewa rasanya hubungan itu tidak bisa lagi berlanjut tapi nafsunya sekarang sangat ingin terlampiaskan. Ia menjawab dan menyanggupi permintaan Hanik. " Bagus Lex. Sekarang sesuai janjiku apa pertama kali yang kamu inginkan. Kamu bebas dan jangan malu. Aku turuti semua keinginanmu. " Alex rasanya sudah tidak bisa lagi menahan diri, batang kejantanannya sudah sangat mengeras didalam celananya. " Emutin dan hisap punya Alex bu. Ini sudah sangat keras. " Ucapnya sambil melorot kan celananya dan juga sempaknya. Hingga munculah batangnya yang ngaceng berat. Hanik tersenyum manis padanya dan melambaikan tangannya padanya mengisyaratkan untuk duduk ditepian ranjang. Anak itu menurut dan segera duduk di tepi kasur yang empuk itu. " Ini harusnya di lepas juga Lex biar bebas kulumat burungmu. " Berdebar keras dadanya saat Hanik melorot dan melepaskan bagian bawah tubuhnya. Dengan tangan kanannya dipegangnya lembut batang anak itu. " Kamu lihatin ya Lex. " Usai berkata Hanik melahap p***s jumbo itu dengan mulutnya. " Akhhhhh buuuuuuuu. " teriak kecil Alex " Sekali lagi jangan panggil aku ibu ya Lex. Malu ah. " Ucap Hanik sambil meneruskan acara mengoral p***s Alex " I.. iya Hanik ennakkkss akhhhh kontolku enaks sayang. " Hanik dengan lihainya mengoral dan menjilati batang p***s itu. Tak luput kedua telurnya dia jilati merata. Dia menyadari Alex masih belum berpengalaman jadi menyadari tingkah pola anak ini sudah tidak karuan lagi mendapat perlakuan di oral seperti itu. Kadang tangan anak itu menahan kepalanya karena kegelian kadang malah mendorong pinggangnya hingga hampir dia tersedak dibuatnya. Hampir seperempat jam dia mengulum p***s Alex dan baru menghentikannya saat dia melihat tanda tanda kalau Alex akan klimax. " Jangan keluar dulu Lex kita keluarin bareng nanti. Kamu mau nyusu kan. " Hanik berdiri dari jongkok nya, ia melepaskan pakaiannya semuanya termasuk BH dan CDnya. Anak muda itu terperangah dengan pemandangan didepannya. Buah d**a Hanik menggelantung bebas begitu kenyal dan padat. Ia gelagapan ketika Hanik menyodorkan payudaranya kearah wajahnya dan berkata padanya untuk berbuat sesuatu. Dengan rakusnya anak itu melahap mengemut dan menjilati kedua p******a indah itu. Secara bergantian kiri ganti kanan keduanya tak luput dari jilatan nya. " Nakal banget kamu Alex, ayo nyusu lah sepuas kamu. " Alex tak menghiraukan kata kata Hanik dia semakin ganas melumat buah d**a Hanik. Hanik pun semakin liar tangannya tak bisa diam mengurut urut p***s Alex. Keduanya semakin liar. Hingga wanita itu sudah tidak bisa lagi menahan dirinya lagi. Dibaringkan nya tubuhnya dan mengisyaratkan Alex untuk memasukinya. Dan terjadilah yang tak bisa dihindari lagi. Dengan beringas Alex memasuki liang kewanitaan Hanik. Kontolnya semula lembut bergerak kini tak perduli dengan rintihan Hanik. Di tusuknya dengan gerakan kasar v****a itu karena saking ber nafsunya. Hanik menerima dengan senyuman manis setangan serangan ganas dari Alex. Hingga keduanya sama sama berucap tidak bisa lagi menahan sesuatu yang akan meledak. Mereka sama sama menjerit saat keduanya mencapai puncak. Alex terkapar diatas tubuh Hanik sambil wajahnya ndusel ke p******a wanita itu. Sementara kedua kaki jenjang Hanik tampak menjepit pinggang Alex. Malam itu mereka sempat berhenti sejenak dan bergurau tapi Alex yang masih berdarah muda meminta lagi dan lagi. v****a Hanik penuh dengan s****a Alex hingga meluber ke sprei kasur. Berbagai gaya mereka lakukan sampai menjelang pukul 04.00 pagi baru Hanik menyuruh Alex keluar kembali ke kamarnya. Mereka tidur lelap karena kecapekan. Sungguh malam yang indah buat mereka berdua. Sesuai perjanjian keesokan harinya mereka seperti biasa tidak saling menyapa. Hari hari selanjutnya baik Hanik maupun Alex kembali seperti awal mereka kenal. Hanik tidak sekalipun menggoda Alex dan sebaliknya anak itu juga tidak lagi berani berbuat kurang pantas ataupun menggodanya. Rahasia itu mereka simpan berdua. Kehidupan rumah tangga Hanik dan Andi suaminya kembali berbahagia sedangkan Alex tiga bulan kemudian ikut ke rumah om nya di Semarang. TAMAT
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD