Ketika cahaya mentari pagi menyusup melalui kaca dinding lebar penthouse, Gianna terbangun dan mencoba meloloskan diri dari lilitan kaki serta tangan Leonardo yang masih terlelap. Dia berjingkat-jingkat menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badan. Gianna harus segera bersiap menghadiri wisuda sarjana yang hanya bisa dijalani sekali seumur hidupnya. Suara gemericik air sayup-sayup terdengar di telinga Leonardo, dia pun membuka kelopak matanya yang berat pasca menggumuli Gianna semalaman. Meskipun lelah panggilan di pagi hari tetap berlaku untuk Leo sebagai laki-laki normal. Maka dia menyusul Gianna yang dapat dipastikan sedang mandi. Aroma semerbak body wash mahal menguar di dalam udara kamar mandi. Suara senandung lembut nyanyian Gianna berpadu dengan derai air shower dalam kotak man

