"Untunglah film itu happy ending!" celetuk Gianna seusai layar menampilkan all casts dan kru produksi dalam tulisan kecil-kecil yang bergerak naik cepat. Leonardo menekan tombol matikan layar TV lebarnya. Dia pun berkata, "Nah, sudah puas menonton film melankolis tadi. Sekarang waktunya kita berperan dalam adegan panas yang jauh lebih menarik, Gia!" Jantung Gianna nyaris melompat dari tempatnya karena teringat bahwa dia masih berada di tempat tinggal mafia hipers*ks yang terobsesi akan kemolekan tubuhnya. "Umm ... aku ngantuk sekali, Leo. Besok saja ya sepulang wisuda!" bujuknya sembari memasang wajah lesu. "Ckk ... tidak. Ayo, Gia!" Leonardo menarik tangan Gianna agar berdiri dari sofa lalu mereka menarik langkah cepat menuju ranjang besar yang berseprai kusut. Dia membanting tubuh ram

