"Duduklah di pangkuanku!" Perkataan yang terdengar lebih mirip perintah dibanding permintaan itu dilontarkan Leonardo dari arah meja makan. Gianna berdiri menimbang-nimbang sejenak, tetapi dia menuruti kehendak pria tersebut karena perutnya lapar dan terlalu lemah untuk berdebat tiada akhir bersama Leonardo. Dia menghampiri pria yang hanya mengenakan kimono sama sepertinya itu lalu menaruh bokongnya di paha berotot Leonardo perlahan-lahan. Sepasang lengan kokoh itu meliliti pinggang ramping Gianna lalu Leonardo berkata, "Suapi aku, Darling!" Alis Gianna yang melengkung indah bak bulan sabit berkerut sengit siap melontarkan penolakan. Namun, tak urung dia mengangguk patuh. Sendok perak di meja dia ambil lalu mulai menyendok sup krim gurih dengan isian asparagus dan daging kepiting yang d

