"Kirimkan menu makan malam ke unit penthouseku, Miss. Ini Leonardo Caprini!" titah mafia itu di telepon. Jawaban positif dari petugas room service membuat Leonardo mengangguk puas. Dia lalu mengambil dua gelas bertangkai tinggi di minibar dan mengisinya dengan white wine dari kulkas yang berkadar alkohol rendah. Gianna masih terbaring di balik selimut, dia tidak menangis maupun berbicara apa pun. Tubuhnya tergolek dalam keheningan. Maka Leonardo duduk bersandar di headboard lalu menyerahkan segelas minuman dingin ke tangan wanita itu. Kali ini pemberian kecil darinya tidak ditolak oleh Gianna, dia meminumnya sampai habis. "Aku ingin air mineral dingin!" ucap Gianna singkat seraya mengembalikan gelas kosong ke tangan Leo. "Tunggu sebentar, kuambil sebotol di kulkas. Kalau kau lapar, se

