Prem kini telah kehilangan kompas moralnya. Didorong oleh rasa muak karena dianggap sebagai "pria simpanan" oleh rekan kerjanya, ia memutuskan untuk menunjukkan siapa pemegang kendali yang sebenarnya. Ia ingin membuktikan kepada seluruh pegawai PT. Love Bird bahwa ia bukan peliharaan Rere, melainkan tuannya. Penghinaan di Depan Publik Siang itu, di lobi kantor yang sedang ramai oleh staf yang baru kembali dari jam istirahat, Rere berjalan menghampiri Prem dengan wajah ceria. Ia membawakan sebuah helm mahal yang baru saja ia beli. "Prem, lihat! Helm ini pasti sangat gagah kalau kamu pakai saat—" Belum sempat Rere menyelesaikan kalimatnya, Prem menepis tangan Rere dengan kasar hingga helm itu jatuh ke lantai yang kotor. Suara tepisan itu menggema, membuat seluruh mata pegawai tertuju pad

