BAB 34 Transaksi di Balik Harga Diri

1033 Words

Suasana di kamar kos itu kini tak ubahnya seperti ruang negosiasi bisnis yang kotor. Rere duduk di kursi riasnya, menatap pantulan dirinya di cermin sambil memoles lipstik merah menyala. Ketegangan fisik semalam telah meninggalkan bekas, namun egonya kini jauh lebih dominan. Ia tak lagi memohon; ia mulai mendikte. Prem berdiri di dekat pintu, rahangnya mengeras. Ia merasa terjebak dalam desain hidup yang ia buat sendiri, namun kini Rere-lah yang memegang cetak birunya. Ancaman Pengganti Rere memutar kursinya, menatap Prem dengan tatapan meremehkan. "Kamu pikir kamu itu satu-satunya pria yang bisa aku dapatkan, Prem?" suaranya dingin, tanpa ada lagi getaran cinta yang dulu selalu terdengar. "Aku punya uang. Aku punya kekuasaan di PT. Love Bird. Kalau kamu terus-terusan bersikap seenakny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD