Kesuksesan sering kali bekerja seperti obat bius; ia menghilangkan rasa sakit, namun jika dosisnya berlebihan, ia bisa membuat seseorang mati rasa terhadap lingkungan sekitarnya. Setelah teror Maspur berakhir, Prem dan Nia memfokuskan seluruh energi mereka pada pengembangan bisnis. Mereka tidak lagi hanya mengelola Galeri Titik Temu. Prem mendirikan "Garis Nirwana", sebuah biro konsultan arsitektur dan interior yang berkolaborasi dengan kurasi seni Nia. Dalam waktu singkat, nama mereka melambung. Proyek mereka merambah hingga ke Jakarta dan Bali. Prem menjadi sosok yang sangat sibuk—pria yang dulunya menghabiskan waktu berjam-jam menyesap kopi sambil menatap aspal jalanan, kini menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar monitor dan jadwal penerbangan. Uang mengalir deras. Mereka pindah

