Badai teriakan semalam menyisakan keheningan yang menyesakkan. Setelah Sakura pergi dengan luka di hatinya, rumah itu kembali sunyi. Nia jatuh pingsan di atas pecahan vas yang ia lempar sendiri, tubuhnya tidak lagi sanggup menanggung beban racun dan emosi yang meluap-luap. Pagi harinya, sebuah kenyataan pahit menghantam. Nia tidak bisa bangun. Tubuhnya kaku, wajahnya pucat pasi, dan ia hanya bisa mengerang lirih. Efek jangka panjang dari obat-obatan yang diberikan Glen, dikombinasikan dengan tekanan mental yang hebat, membuat saraf-sarafnya menyerah. Ia lumpuh sementara dalam rasa sakit yang luar biasa. Prem, pria yang selama ini memiliki sisi patriarki yang cukup kental—pria yang dulunya merasa bahwa urusan dapur, mencuci pakaian, dan mengurus kebutuhan domestik adalah sepenuhnya tugas

