Setelah kunjungan Rere yang menyesakkan itu, suasana di studio Trisula Arsitektura menjadi sangat dingin. Prem bisa merasakan ada sesuatu yang menggantung di udara, sesuatu yang lebih berat daripada sekadar tumpukan material bangunan. Malam itu, setelah Sakura pulang lebih awal dan Rere telah diantar kembali ke rumahnya, hanya tersisa Prem dan Indah di bawah temaram lampu studio. Indah berdiri di depan jendela besar yang menghadap lembah. Ia membelakangi Prem, namun bahunya yang sedikit bergetar tak bisa menyembunyikan badai yang sedang berkecamuk di dalam dirinya. Pengakuan di Tengah Keheningan "Prem," suara Indah memecah sunyi. Ia berbalik, matanya yang biasa teduh kini tampak berkaca-kaca. "Berapa lama lagi aku harus berdiri di sini, melihatmu membangun ilusi untuk orang lain, seme

