BAB 25 Siklus yang Berulang

1427 Words

Nia masih bersujud di atas aspal dingin taman Kota Lama, bahunya berguncang hebat karena isak tangis yang tak kunjung reda. Ia mengharapkan Prem akan meledak marah, atau setidaknya setuju untuk menggunakan kecerdasannya demi menghancurkan Adhi yang telah menipu mereka. Namun, jawaban Prem justru menjadi tamparan yang lebih keras dari sekadar makian. "Nia, dengarkan aku," ujar Prem sambil membungkuk sedikit, namun ia tidak menyentuh bahu Nia. Ia menjaga jarak yang sangat jelas—jarak sebuah prinsip. "Aku memang sangat menyayangimu. Bahkan setelah semua yang terjadi, masih ada bagian dari hatiku yang terluka melihatmu hancur seperti ini. Tapi, membalas dendam pada Adhi? Itu bukan jalanku." Nia mendongak dengan mata sembab. "Kenapa, Prem? Dia sudah menginjak-injak harga dirimu! Dia mengambi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD