"Hikz...hikz....hikz....!!!" Thalita menangis terisak sambil mengepalkan kedua tangannya. "Aku bersumpah, tidak akan membiarkan kalian melakukan itu lagi." isak Lita sejadi-jadinya. Ia mengingat kejadian yang menimpanya 10 tahun yang lalu, membuat hatinya kembali hancur. Dan pertahanan yang sudah dia bangun kembali, kini kembali mulai goyah. *** Dhika baru saja keluar dari ruang gantinya, mengganti pakaiannya dengan pakaian operasi. Tak jauh dari tempat Dhika berdiri, ia melihat Thalita tengah mencuci tangannya berdampingan dengan Dokter Rival. Keduanya terlihat akrab dan dekat, Dhika di buat kesal melihatnya. "Dokter, pasien sudah siap," ucap seorang Dokter yang keluar dari pintu ruang operasi dua. "Oh baiklah," jawab Rival. "Mari Dokter Lita," ucap Rival membuat Lita mengangguk d

