Pagi ini aku datang ke kampus dengan membawa beberapa toples yang berisi kue kue basah. Aku sekarang memang meneruskan usaha Tanteku, tetapi aku jual di kampus. Sebagian aku masukan ke kantin, dan sebagian lagi aku jual. Serli, Ratu, Irene bahkan Kak Dewi sering datang untuk membantuku membuat kue semalaman. Bukan hanya mereka, tentunya malaikat tanpa sayapku juga, dia tak pernah absen untuk membantuku membuat kue kue basah ini. “Sayang, sini itu biar aku yang antar ke kantin,” ujar Dhika saat kami sampai di depan kelasku. “Biar aku saja.” “Sudahlah, kamu ada jadwal pagi kan?” ujar Dhika dan mengambilnya. Sebelum berlalu pergi Dhika mengusap kepalaku dan beranjak pergi. Aku baru saja memasuki kelas, dan kueku langsung di serbu oleh teman-teman kelasku karena mereka sangat menyukai kue

