15 Wenny Kharisma

1026 Words

Dari atas pelaminan ini aku menatap Febriko, dia datang seorang diri. Entah siapa yang mengundangnya dan entah apa yang membuatnya datang kemari. Aku benar-benar tidak mengharapkan kedatangan Febriko di sini. Aku menoleh pada Gilang, dia menggenggam tanganku dengan lembut. Sorot matanya menenangkanku, seolah-olah berkata bahwa dia ada menemaniku. Tapi, namanya bertemu orang yang paling dibenci, hati ini tidak bisa tenang. Bahkan, saat Wika menghentikan Febriko semuanya sia-sia. Pria itu keras kepala dan tetap berjalan menuju kemari. Rasanya aku ingin sekali menampar pria tidak tahu malu ini, berani sekali dia membuatku merasa seperti ini di hari pernikahanku. Jika ada satu manusia yang tidak ingin aku temui seumur hidup, maka itu Febriko Vernon. "Selamat atas pernikahanmu, Wen." Febriko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD