Dua hari lagi acara pernikahan aku dan Wenny akan diberlangsungkan. Hari ini aku sudah sampai di Jakarta. Sayangnya, aku tidak bisa bertemu Wenny sampai hari H tiba. Kami hanya bisa berkomunikasi melalui chat. Saat aku sampai di rumah, hal pertama yang mengagetkanku adalah sebuah mobil yang aku kenal terparkir di halaman rumah. Mobil yang seharusnya tidak perlu lagi berada di sini. Pintu rumah yang terbuka lebar, membuatku mendengar sekilas percakapan di ruang tamu. "Kamu kira semudah itu? Masih punya nyali kamu?" Itu suara Ibu. Nada suara Ibu terdengar meninggi. Ada isakan pelan terdengar mengiringi ucapan Ibu. Hatiku mencelos mendengarnya, suara yang dulu selalu aku ingat. Orang yang selalu aku usahakan untuk tidak menangis dan terus bahagia denganku. Sayangnya, semua itu hanya masa l

