Hubunganku dan Gilang berjalan dengan baik, walaupun ada saat kami harus merasa sibuk masing-masing dan masih menjadi orang yang asing. Aku dan dia belum terbiasa untuk saling berkomunikasi. Gilang juga hanya sesekali mendapat jatah pulang, terkhir kali dia pulang digunakan untuk mengurusi berkas-berkas pernikahan kami. Untuk semua urusan lainnya, aku yang mengerjakannya bersama dengan bantuan Wika dan Anyelir. Aku juga akan mulai cuti dua hari sebelum hari pernikahan. Hari ini seminggu sebelum acara, aku akan membagikan undangan untuk rekan kantor. "Ini untuk Mbak Mayang." Aku mengangsurkan undangan cantik dengan warna gold pilihan Gilang. "Ini Mbak Virni." Kemudian aku menyerahkan undangan untuk Mbak Virni. Untuk Ibu Uci, sudah aku berikan tadi pagi saat kedua Mbak-Mbak ini belum datan

