"Saatnya melunasi hutang nih," gumamku sambil tersenyum tipis pada Wenny. Dia menatapku sambil mengerjapkan mata. Senyum simpulnya pun mulai terbit, dia terlihat lebih cantik saat tersenyum. Wenny bahkan terlihat seperti remaja saat mengenakan pakaian kasual seperti sekarang. "Mas pernah menikah, umur pernikahan tidak lah lama. Keputusan pengadilan keluar saat tepat usia pernikahan kami satu tahun." Aku memulai cerita sambil menatap Wenny. Memperhatikan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat menyimak setiap kata yang aku lontarkan. "Siapa yang menggugat?" tanya Wenny. "Dia ..." Aku melihat Wenny sedikit kaget. Tapi, dia langsung menyesuaikan ekspresi wajahnya kembali. "Jujur, waktu itu Mas ingin mempertahankan pernikahan kami. Tapi, dia lebih memilih dunia ketenaran dan selingkuhannya

