11 Wenny Kharisma

1034 Words

"Kamu beneran yang punya keripik pisang Singgih, Mas?" Aku bertanya pada Gilang yang duduk di sebelahku. Kami sedang duduk di ruang tamu, Ibu dan Ayah sibuk di taman belakang, mengurusi tanaman dan si Keiko. Sedangkan Putra, Wika dan Irish ada di kamar, sedang menidurkan Irish. Gilang menatapku dan menganggukkan kepalanya. "Namanya saja Singgih, Wen," ujarnya yang membuatku tersenyum lebar. Keripik pisang Singgih itu cemilan favoritku, keripik pisang super laris yang memang sangat enak. Aku tidak akan pernah membiarkan toples di kamarku kosong. Ya, sesuka itu aku dengan si keripik pisang. Diam, aku dan Gilang sama-sama diam. Bingung ingin membahas soal apa. Kaget sebenarnya waktu tadi Wika dan Irish membangunkanku dan memberitahu bahwa Gilang ada di taman belakang. Padahal, aku masih d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD