Badai salju menyapu kerajaan musim dingin. Seolah negeri itu tak cukup mendapatkan cobaan, hingga alam pun memilih untuk ikut serta meramaikan panggung tragedi tanah musim dingin—tanah milik Ise. Angin meraung, membawa serta butir-butir salju. Tak ada satu mahluk pun keluar dari sarang, alam tengah mengaduh dan tampaknya ia tak ingin berbaik hati kepada siapa pun…. Atau mungkin ada satu pengecualian. Sacha membopong Rose, ia sama sekali tak tersentuh oleh badai yang tengah menebarkan hawa beku ke tanah musim dingin. Darah merah menetes, meronakan salju yang ada di bawah kaki Sacha. Pangeran itu tak memedulikan keadaan Rose. Meski gadis yang ada dalam rengkuhannya itu akan segera menjemput ajal, Sacha mengabaikan … segala nurani yang masih tersisa. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Hanya

